Bandung

Oleh Sinta Ridwan

Bandung, tepatnya 21 Juli 2008, saya diajak beberapa lelaki yang setelahnya menjadi kawan saya untuk ikut kemping di Gunung Manglayang. Saya perempuan sendiri, tetapi saya dianggap seperti adik bungsu yang punya kakak-kakak dadakan yang lalucu. Semuanya musisi dan serunya, semuanya lulusan kampus Unpad, yang bakal saya masuki dan jalani untuk pendidikan pascasarjana dua bulan ke depannya. Saya menikmati sekali kemping yang hanya semalam itu di bawah pinus. Sebelum senja datang, kami berjalan kaki ke atas mengunjungi daerah Batu Kuda. Duduk-duduk sambil bercerita. Di sana, saya lebih banyak diam, dan lebih banyak menikmati. Saya baru sadar, sejak 2005 saya tinggal di daerah Ujungberung atas, kakinya Manglayang, tetapi baru kali itu saya tidur di tubuhnya Manglayang.