Banten

Oleh Sinta Ridwan

Banten, khususnya Lebak, lebih khusus lagi Kanekes, adalah perjalanan spiritual. Apalagi sampai masuk dan bertemu para puun di Dalam. Rasanya seperti bertemu karuhun yang wajib minta nasehat dan doa. Saya di sana tak cukup dua atau tiga hari. Berjalan kaki naik turun bukit, tak ada listrik, mandi di sungai, buang hajat juga di sungai (harusnya di kebun menggali sendiri), dan makan nasi dari padi huma, pokoknya saya bisa betah berminggu-minggu. Menikmati kegiatan sehari-hari warga setempat, mendengar cerita macam-macam sambil ngopi dan ngerokok bareng aki-nini. Sudah dua kali saya mengunjungi desa adat ini, pertama 2010 dan 2016, saya pulang yang kedua tepatnya 7 Juni 2016. Sepulang dari Paris, saya meminta dua kawan baik untuk menemani ke Dalam.