Belajar Analisis Wacana

Oleh Sinta Ridwan |

Ini adalah catatan selama mengerjakan tugas mata kuliah Analisis Wacana tentang Hegemoni dari buku Cultural Studies yang ditulis Chris Barker kemudian sumbernya dari tulisan Robert Bocock, dalam Pengantar Komprehensif untuk memahami Hegemoni hlm. 22-26. Ditambah tugas lain membahas Cook serta mengambil inti dari kata: teks, bahasa dan wacana sendiri. Foto di atas di Yogyakarta pada 19 Juli 2009.

Perbedaan Hegemoni antara Lenin dan Gramsci

Lenin

Gagasan tentang hegemoni pertama kali diperkenalkan pada 1885 oleh para marxis Rusia, terutama oleh Plekhanov pada 1883-1984. Gagasan tersebut telah dikembangkan sebagai bagian dari strategi untuk menggulingkan Tsarisme. Istilah tersebut menunjukkan kepemimpinan hegemoni yang harus dibentuk oleh kaum proletar, dan wakil-wakil politiknya, dalam suatu aliansi dengan kelompok-kelompok lain, termasuk beberapa kritikus borjuis, petani, dan intelektual yang berusaha mengakhiri Negara polisi Tsaris. Dalam konteks inilah Lenin merumuskan gagasan-gagasan yang muncul dalam What is to be done? Pada 1902. Dalam teks ini Lenin membahas pelbagai masalah tentang pendidikan bagi para pekerja.

Kemajuan yang dicapai oleh Lenin dibandingkan pembahasan-pembahasan sebelumnya tentang hegemoni, seperti yang dapat dilihat dari pernyataan-pernyataan ini, adalah menekankan peran kepemimpinan teoretis. Dia menyatakan juga bahwa: “… peran pejuang barisan depan hanya dapat dipenuhi oleh suatu partai yang dibimbing oleh teori yang paling maju.”

Teori adalah esensial, menurut Lenin, jika kesadaran serikat pekerja diharapkan untuk lebih maju daripada keadaan diperbudak oleh ideology borjuis. Lenin mengutip Engels, dari suatu potongan tulisan yang telah dibuat oleh Engels pada tahun 1874, yang kira-kira berarti bahwa para pekerja Jerman adalah berpikiran paling teoretis di Eropa.

Lenin melihat Negara sebagai instrumen aturan kelas. Dia menulis sesudah Revolusi 1917. Lenin berharap bahwa Negara akhirnya akan mati, tetapi hal ini tidak terjadi segera sesudah Revolusi Rusia. Dia berharap bahwa revolusi akan pecah di Jerman dan di tempat-tempat lain di Eropa setelah PD I berakhir. Kegagalan revolusi Jerman untuk muncul, kebangkitan Nazisme, “Perang Patriotik Agung” kedua (PD II), yang diikuti oleh Perang Dingin, semua peristiwa ini mempretahankan Negara yang kuat di Uni Soviet sejak masa Lenin dan Gramsci.

Gramsci

Analisa yang diberikan oleh Gramsci tentang Revolusi Rusia pada 1917 mencakup menganggapnya sebagai suatu “perang manuver”, yaitu suatu “perang gerakan”, dalam suatu masyarakat dengan pelbagai institusi dan organisasi yang memiliki tingkat perkembangan yang rendah yang ditemukan dalam “masyarakat sipil” di negara-negara Eropa Timur, terutama di Inggris dan Perancis.

Gramsci menggunakan konsep hegemoni untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana masyarakat-masyarakat kapitalis modern diorganisasikan, atau dimaksudkan untuk diorganisasikan, dalam masa lalu dan masa kini. Kaum borjuis telah menerapkan kepemimpinan secara relatif berhasil di Inggris, dalam masyarakat sipil, dalam Negara, dan dalam perekonomian. Gramsci menjelaskan bahwa di Perancis setelah Revolusi 1789 kaum borjuis juga telah berkuasa secara hegemonik. Sebaliknya kaum borjuis Italia, yang berbasis di Piedmont, gagal menerapkan hegemoni di Italia dan sebagai akibatnya Negara Italia tetap rentan terhadap orang-orang fasis karena Negara tersebut tidak berdasarkan kepemimpinan hegemonic oleh kaum borjuis dalam masyarakat sipil atau dalam Negara.

Gramsci lebih maju dibandingkan dengan Lenin karena Gramsci mengembangkan suatu strategi untuk digunakan dalam masyarakat-masyarakat Eropa Barat. Gramsci menggabungkan perbedaan negara dengan masyarakat sipil, Negara didefinisikan sebagai sumber kekuasaan koersif dalam sutu masyarakat dan masyarakat sipil didefinisikan sebagai lokasi kepemimpinan hegemoni. Digabungkan dengan mendefinisikan apa yang ia sebut sebagai “negara integral” sebagai kombinasi hegemoni yang dilengkapi dengan kekuasaan koersif. Negara integral adalah “masyarakat politik plus masyarakat sipil, dengan kata lain, hegemoni dilindungi oleh kekuasaan koersif”. Negara integral, seperti yang dikonseptualisasi oleh Gramsci, memiliki dua aspek: sarana pemaksaan (polisi dan militer); dan sarana untuk membentuk kepemimpinan hegemoni dalam masyarakat sipil (pendidikan, penerbitan, penyiaran, dan bioskop. Gramsci memperlihatkan hubungan social dalam masyarakat sipil adalah hubungan kekuasaan tepat seperti halnya (meskipun dengan cara yang berbeda) hubungan koersif dalam Negara”.

*

Penjabaran Teori, Ideologi, dan Literatur

Cook

Penjabaran teori akhir-akhir ini dipengaruhi oleh sumber-sumber yang berbeda, pertama dari sisi linguistik yang mempengaruhi pengukuhan bahasa dalam level kekuasaan. Sumber lainnya adalah hal lainnya yang dipengaruhi oleh karya filsuf dan ahli sejarah perancis Michel Foucault. Karyanya sulit untuk diartikan oleh koridor ilmu disiplin secara akademik. Hasil pemikiran Foucault merupakan gabungan antara sosial dan sejarah intelektual, analisis tekstual dan kritik yang luas mengenai kondisi sosial dan politik yang lazim  barat semenjak jaman pencerahan.

  1. Penjabaran dan Bahaya

Jadi Foucoult-lah yang membuat titik awal untuk pemahaman status dan pengertian discourse dalam kuliahnya yang bejudul “order of discourse” pada 1970. Foucoult memulainya dengan sesuatu yang sangat jelas dari arti “penjabaran teori” (discourse) adalah sesuatu yang ditulis dan diucapkan. Tapi hal yang terlihat jelas tadi bersifat menipu.

  1. Aturan Pengecualian dan Aturan Internal

Hipotesa utama dari Foucoult adalah dalam setiap society pengemukaan pemikiran itu harus dikontrol, diseleksi, diatur dan disebarkan kembali berdasarkan prosedur-prosedur tertentu, hal tersebut merupakan aturan pengecualian dan aturan internal.

  • Aturan Pengecualian

Aturan pengecualian termasuk hal yang biasa dalam budaya kita layaknya pelarangan yang penguasa dapat kemukakan, kapan itu dikemukakan, dan oleh siapa, kesimpulannya menjadi kurang demokratis.

  • Internal Rules

Terdapat pengganti dari 3 sistem pengecualian yang disebut dengan “internal rules” yang berhubungan dengan dasar-dasar klasifikasi, perintah dan penyebaran. Aturan-aturan ini adalah 3 hal yang utama (angka 3 untuk Foucoult mempunyai kekuatan talismanic).

2.2.1. Commentary. Yang dimaksudkan komentar menurut Foucoult yaitu banyak prosedur yang membedakan  beberapat teks dan naratif dari keadaan yang sesaat  dari penjabaran pemikiran yang terdapat di sehari-hari.

2.2.2. The Author. Contoh dari internal rule of discourse adalah penulis/author. Menurut Foucoult hal ini dapat dihubungkan dengan komentar karena itu juga merupakan suatu bentuk dari discourse.

2.2.3. Disiplin Ilmu. Contoh utama yang ketiga dari internal rules adalah pengorganisasian pengetahuan ke dalam bentuk disiplin. Foucoult membedakan aturan discourse dengan membedakan disiplin dari kegiatan penulisan dan komentar. Tak seperti authorship, disiplin ilmu dibentuk bukan dari siapa yang menciptakannya/menulisnya.

  1. Mengemukakan Pemikiran dan Kekuasaan

Tiga bentuk utama dari discourse internal rules yaitu;  komentar, penulis dan disiplin ilmu. Hal-hal tersebut memberikan kontribusi pada karakter yang sistemastis yang memberikan kekuasaan (hak memerintah) pada beberapa jenis discourse. Kewenangan kekuasaan ini memiliki aspek ganda, pada satu sisi eksistensi yang sistematis dapat melindungi tapi pada sisi yang lainnya hal tersebut dapat menghasilkan kekuasaan.

  1. Letak/Domain dari Mengemukakan Pendapat/Discourse: Pernyataan/Statement

Kesimpulannya adalah penulisan secara spesifik oleh Foucault dalam literatur dan seni tidak terlalu berpengaruh dalam pembentukan pengembangan studi literatur dan ideologi studi literatur dibandingkan dengan sejarah penulisannya. Penulisan essay dalam bataille, holderin, flaubert, dll. Menandakan kesenangannya bekerja dalam imajinasi dan keterikatannya yang sangat kuat dengan kemungkinan penulisan yang tidak sesuai dengan logika filosofi atau kritik literatur, keinginannya melibatkan keindahan sastra  membuat karya tulisnya  dalam literatur tidak sama dengan para pengkritik yang malah akan menjadikan karya Foucoult sendiri sebagai landasan karyanya sendiri.

Ujungberung II, 6 Agustus 2009

*

Teks, Bahasa, dan Wacana

Teks

Pemahaman. Teks sama dengan tulisan, pemakaian istilah sehari-hari yang mengacu kepada tulisan dalam berbagai bentukanya sehingga buku dan majalah adalah teks. Namun tidak sebagai bentuk tulisan saja, melainkan dapat juga melalui gambar, ikon, atau simbol.

Deskripsi. Teks terdiri dari ide, gagasan, isi, yang terkandung di dalam sebuah kalimat atau gambar yang ingin disampaikan kepada orang lain.

Arti. Teks pada umumnya diterima sebegai referensi yang autentik, dari kesusastraan, kalimat, kata, dan dokumen. Dasar dari edisi kritis yang autentik.

Definisi. Teks adalah gagasan atau ide yang ingin disampaikan sebagai sebuah informasi.

Ruang lingkup. Tidak hanya sebagai kata-kata yang disampaikan, namun, teks adalah aksioma cultural studies sehingga teks adalah segala sesuatu yang membentuk makna melalui praktik signifikasi. Jadi, pakaian, program televisi, citra, peristiwa olahraga, bintang pop, dan lain-lain semuanya bisa dibaca sebagai teks.

Bahasa

Pemahaman. Alat komunikasi yang digunakan dalam berinteraksi yang bertujuan untuk saling mengerti dan memahami maksud dan tujuannya.

Deskripsi. Sebuah alat yang terdiri dari kode-kode yang di dalamnya terdapat unsur bunyi, unsur kata, unsur kalimat yang terstruktur dan bermakna.

Arti. Penggunaan kode yang merupakan gabungan phoneme sehingga membentuk kata dengan aturan syntax. Untuk membentuk kalimat yang memiliki arti.

Definisi. Bahasa adalah satu kesatuan system makna, satu system untuk mewakili benda, tindakan, dan gagasan dan satu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep real ke dalam pikiran orang lain.

Ruang lingkup. Bahasa sebagai bayang-bayang pikiran, bahasa tidak dapat melukiskan bentuk pikiran yang sesempurna dan selengkap dan bentuk pikiran itu sendiri, oleh karena itu ada ragam bahasa dan gaya bahasa. Dua macam kaidah bahasa, kaidah umum berlaku untuk semua bahasa, dan kaidah khusus yang berlaku untuk satu bahasa tertentu.

Wacana

Pemahaman. Wacana sebagai cara tertentu untuk membicarakan dan memahami dunia (atau aspek dunia) ini.

Deskripsi. Dari Foucault, wacana adalah kadangkala sebagai pertanyaan, kadangkala sebuah individualisasi kelompok pernyataan, dan kadangkala sebagai praktik regulative yang dilihat dari sejumlah pernyataan.

Arti. Wacana menurut kamus Webster berarti hubungan pikiran dan kata-kata, ekspresi, ide-ide, atau gagasan-gagasan, atau percakapan. Menurut kamus dewan edisi baru, ucapan pertuturan, percakapan, keseluruhan struktur yang merupakan satu kesatuan.

Definisi. Pembentukan wacana berasal dari suatu pola peristiwa diskursif yang mengacu kepada, atau menciptakan, objek bersama yang melintasi berbagai arena.

Ruang lingkup. Menurut Michael Stubbs, wacana merupakan kesatuan bahasa yang lebih besar dari pada klausa, dengan kata lain, wacana merupakan unit-unit linguistik yang lebih besar dari klausa. Seperti pertukaran-pertukaran percakapan atau teks-teks tertulis.

Ujungberung II, 11 Juni 2009

Kategori: Catatan dan Tulisan.