Cerita Strasbourg

Oleh Sinta Ridwan

Strasbourg, pada awal 2016, tepatnya 9 Januari 2016, saya ke kota perbatasan Prancis dan Jerman. Salah satu kota dengan kunjungan wisata yang banyak. Nuansa abad pertengahan yang saya suka selain cerita Hansel and Gretel. Saya malah beli boneka penyihirnya. Musim dingin di kota itu, sungguh dingin, meski tidak bertemu salju. Dan sayang juga, katanya ada pasar menjelang Natal yang seru akhir Desember. Namun, saat saya ke sana tidak ada sisanya. Sewaktu perjalanan dari Paris ke Strasbourg, saya beruntung, karena naik bis antarkota meski memakan waktu hampir tujuh jam apa lebih ya, lupa, namun tiketnya dapat yang murah, hanya 5 Euro sekitar 75.000 Rupiah. Seharian di sana dari Subuh sampai malam, berjalan kaki ke sana ke mari.