Dikejar Pasukan Panah

Oleh Sinta Ridwan

Lahir di Cirebon, versi baca puisi 2018
Dicakan oleh Sinta Ridwan, dicipta 2018
Puisi karya Sinta Ridwan, ditulis 2015

Dikejar Pasukan Panah

Aku dan kamu itu seperti bertemu di tengah hutan Manglayang,
tempat berlatihnya pasukan panah dari Kerajaan Sunda.
Dalam keadaan terluka tertusuk anak-anak panah dan berlari
menjauhi perang pasukan panah antar patih yang cari muka raja.

Kita saling pandang luka di tubuh masing-masing.
Aliran darah sudah menghitam.
Jari-jemari menghitung lubang yang masih tertutup batang panah,
Lalu mengambil sisa sobekan tenun Kanekes yang kupakai,
kuurai menjadi benang lalu kumasukan dua jepit rambut hitam
yang menyangga konde bulat rambutku.

Jari-jemari kita yang lolos dari ujung anak panah
segera saling menjahit luka yang menganga di depan mata.
Namun sebelum kesemuanya tertutup sulam
kita sudah keburu lari semakin ke dalam perut hutan.

Karna terdengar derap langkah kuda pasukan panah
yang menembus keheningan ular yang sedang tertidur.
Menyusuri tanda darah hitam yang menempel tubuh ilalang.

Saint Cloud, 16 April 2015

*Puisi ini pernah dimuat di Seni Budaya – Kabar Priangan pada hari Rabu, 27 Mei 2015 halaman 14. Foto di Tula, Rusia, 2 Januari 2014. Backsound: Forever Reign (Piano Version) – Instrumental Worship, Hillsong on Piano.

°

Kategori: Membaca dan Puisi.