Haus Cicit Semesta

Oleh Sinta Ridwan

Alam raya adalah leluhur,
dan semesta kakek buyut.

Langit merah dan samudera biru
memeluk waktu dan melebur
saat pelangi baru muncul.

Semut-semut dan ratu tersenyum,
sebelum mati saat berlindung
pada cicit lucu yang merunduk
minta direngkuh dan mimik susu.

Ujungberung, 25 Agustus 2010

*Puisi ini dimuat di Sastra Dinamika News, 14 April 2016. Gambar: http://favim.com/image/340300/

Kategori: Mengolah dan Puisi.