Indahnya Dunia

Oleh Sinta Ridwan |

Ceritanya sebenarnya tentang film Earth tetapi kenapa malah jadi ngomongin perbedaan budaya, hahaha. Di film Earth sendiri kan tentang binatang-binatang yang terdampak Global Warming. Nah, ujungnya malah cerita soal temanku yang dari Vietnam yang pada dasarnya ia yang membuka mata aku soal menerima perbedaan. Seru juga berteman dengan antar negara, yang pada saat itu posisinya aku hanya berkolega dengan orang luar.

Indahnya Dunia Kita

Sebuah perbedaan akan terasa nikmat bila kita menyadari dan memahami untuk apa sebenarnya Tuhan memberikan perbedaan.

Setelah aku menikmati film berjudul Earth, sebuah film dokumentasi yang menceritakan kehidupan makhluk hidup selain manusia, yang sangat terpengaruh oleh efek Global Warming, yang mendokumentasikan kehidupan beruang kutub, paus, dan gajah.

Perjalanan hidup yang menggambarkan kisah yang di mulai dari kutub utara sampai kutub selatan, film ini pun menyisipkan sedikit keindahan negaraku, Indonesia. Hutan tropis yang menghasilkan burung-burung indah, aku bangga saat Indonesia disebutkan, karena aku menonton flm itu dengan sahabatku dari negeri seberang, Vietnam.

Anh namanya, seorang mahasiswa S2 Jurusan Teknik Mesin ITB, ia seumuran denganku. Kita sepakat melihat film itu, karena kita berdua tertarik dengan Global Warming. Ia belajar di Indonesia, karena mendapatkan beasiswa dari Asia Foundation.

Suatu hari, aku disuruh datang ke acara ITB, yang bertemakan International Day 2008, acaranya pemuda-pemudi dari negara lain yang bersekolah di ITB. Banyak pertunjukkan dari berbagai negara, seperti India, Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, Republik Ceko, Laos, Burma, dan masih banyak lagi.

Karena temanku orang Vietnam, otomatis aku selalu berada di stand Vietnam, dan sering kali aku mendapat pertanyaan, “Are you Vietnam also?” Wah, aku dikira orang Vietnam, dengan tegas dan bangga aku menjawab, “No, I am Indonesian.”

Bangga, karena aku merasa orang Indonesia, yang pada faktanya masih banyak orang-orang dari negeri luar sana, yang mempercayakan pendidikannya di Indonesia, itu salah satu hal yang membuat bangga.

Salah satu cara untuk mengenal kebuadayaan luar adalah dengan pertukaran pelajar, yang dialami oleh Anh, orang Vietnam yang belajar di Indonesia, yang sewaktu-waktu ada acara yang menunjukkan kebudayaan masing-masing.

Dunia ini indah, Tuhan selalu ada alasan dengan terwujudnya apapun, saat aku menyadari begitu banyak perbedaan di antara pulau di dalam Indonesia sendiri, aku berjanji akan meneruskan kuliah di bidang yang mempelajari dunia kebudayaan baik dalam negeri maupun belajar dari negara luar.

Dengan perbedaan pun kita jadi lebih paham satu sama lain, dan akhirnya akan jatuh pada saling menghargai, aku dan Anh, walaupun kita dari satu benua yaitu Asia. Kadang kita masing-masing mempergunakan bahasa negara sendiri, bahasa Indonesia dan bahasa Vietnam, tetapi kami bisa saling komunikasi dan paham, karena kita memakai bahasa internasional, yaitu bahasa Inggris.

Aku semakin tertantang untuk siap menghadapi perbedaan, karena perbedaan itu semakin dekat dan cepat menyebar, contoh seperti globalisasi, mau tidak mau kita harus berhadapan dengan orang asing dan “bersaing” dengan orang asing.

Hal yang harus diingat adalah, Indonesia banyak memiliki karakter budaya tersendiri yang membedakan dengan negara yang lain, oleh karena itu, di saat tuntutan kita harus melebarkan sayap, jangan pernah ragu atau malu jika kita bilang dari Indonesia, aku pun akan selalu berupaya aku adalah warga yang cinta negaranya, akan selalu bangga bila ada orang yang bertanya asalku, aku dengan sangat mantap menjawab “I am Indonesian” yang siap memperkenalkan budaya sendiri, dan mampu menikmati budaya dari negara lain.

Ujungberung V, 6 Mei 2008

Kategori: Tulisan dan Ulasan.