Janda Matahari

Oleh Sinta Ridwan

– teruntuk Rieke Dyah Pitaloka

Janda Matahari, Pitaloka,
hadir di hidupku yang sedang berkabut.
Meremang. Di waktu kunang bantu baca lontar
yang dikirim pemahat mandala tadi petang.

Bibir melebar tarikannya, melihat sketsa mata di balik lontar.
Sengaja disisipkan Hayam untuk sang terkasih. Jubah kabut tetiba
menjelma embun pagi yang meringkik. Sinar janda matahari menjulur,
kedua tangannya menyambut selendang sang mahapatih yang menjemput.

Ujungberung, 1 Januari 2010

*Puisi ini dimuat di Sastra Dinamika News, 14 April 2016. Gambar: http://alexvision2.blogspot.co.id/2012/05/lontar.html

Kategori: Mengolah dan Puisi.