Makam Malaka

Oleh Sinta Ridwan

Malaka, bagaimana saya menunjuk tempat ini untuk dikunjungi selain karena mengenal namanya di buku sejarah yang sering terbaca. Salah satu tempat obsesi sejak kecil untuk dikunjungi. Awal 2013, tepatnya 10 Januari 2013, saya menikmati sisa peninggalan Portugis yang dipertahankan. Termasuk mengunjungi museum Cheng-Ho, museum peranakan, dan pemakaman tua. Hanya berapa hari, saya menikmati tiap sudutnya. Bahkan, saya tahu sejarah Malaka saat di sana, kalau ada raja di Sumatera yang bernama Prameswara sekitar abad ke-14 melawan Majapahit hingga akhir ceritanya mendirikan Malaka. Saya suka pusat kotanya, jejeran bangunan, pun rumah tua yang dijadikan tempat penginapan. Melihat turis-turis santai menikmati suasana. Rasanya ingin sekali kembali ke sana, saat merindukan suasana Eropa jadul.