Rambut Bergulung Antoinette

Oleh Sinta Ridwan

Lahir di Cirebon, versi baca puisi 2018
Dicakan oleh Sinta Ridwan, dicipta 2018
Puisi karya Sinta Ridwan, ditulis 2015

Rambut Bergulung Antoinette

Perempuan tua itu tak sempat menggulung rambutnya sendiri,
untuk yang terakhir kali. Demi bertemu suami, yang menunggu
di langit kosong. Mereka, perebut kuasa itu, telah memotong
rambut indah bergulungnya. Hanya tinggal menyisa sejengkal.

Rambut bergulung itu, berguling dari celah penjara.
Mereka, para perebut kuasa itu, memisahkan rambut
dengan penyisirnya. Perempuan tua yang juga direnggut
segala miliknya, termasuk senyum putra-putri mahkota.

Suaminya, Louis XVI sendiri sudah melayangkan kepala
tidak jauh hari. Perempuan tua yang masih menyisakan
cantiknya, sedang memangku pedih dari balik jeruji kastil.
Ratu kenangan datangi masa kecilnya, menayangkan ibunda
Permaisuri Wina. Di kala menunggu dijemput kereta kuda
demi hubungan dua kerajaan raksasa. Hidupnya dipagut,
demi meredam genderang dendam perang yang berbunyi.

Saat memandang wajah Louis XVI pertama kali dan berada
disampingnya hampir dua puluh delapan tahun, ia menyeka
tumpukan perasaan. Bersamaan dihapusnya kerak air mata
yang mengering di pipi. Sepanjang hari, sebelum dijemput
pasukan biru, ia menyurat serat menambahkan kisah nagari,
duduk di belakang tembok penjara yang lembab, di ujung
kastil yang berdiri di pinggir Sungai Seine yang membisu.

Kuratap matanya, di hari terakhirnya, dari balik keramaian,
di lapangan Place de la Concorde, di balik kemilau tajamnya
guillotine. Bulat matanya seolah berkata,

“Titip anak-anakku, yang entah ada di mana.”

Kucoba menggapai sisa rambut bergulungnya
yang terinjak-injak lemas saat diarak revolusi.

Paris Ketujuh, 12 Oktober 2015

*Judul lengkap Rambut Bergulung Antoinette. Puisi ini dimuat di Literasi koran Lombok Post hari Minggu, 10 April 2016. Foto di Paris, 29 September 2013. Backsound Sixteenth Century French Dances: Pavane – A Renaissance Revel, Calliope.

°

Kategori: Membaca dan Puisi.