Rambut Seine

Oleh Sinta Ridwan

Aku menyapu helai-helai rambut Seine,
menggunakan jari. Seperti menyisir sisir
di kepala sungai. Apakah kau sadari
berapa banyak liuk pinggul Seine dari hulu ke hilirnya.
Berapa banyak tangis derita yang dilihat Seine sepanjang
tubuhnya, di tiap sisi peradaban yang timbul tenggelam.
Apa kau lihat ada pertumbuhan rambut Seine hari demi hari.
Seberapa panjang lagi harus bertahan atau merontokkan diri.
Butuh waktu berapa lama lagi sampai kelak kau tak akan bisa belai
rambut Seine, karena berguguran di awal musim dingin yang ngilu ini.

Paris, 13 Februari 2016

*Puisi ini dimuat di Kabar Priangan, Sabtu-Minggu, 20-21 Mei 2017. Gambar (koleksi pribadi) di Paris, 29 September 2013.

Kategori: Mengolah dan Puisi.