Sepeda Malaka

Oleh Sinta Ridwan

Selain berjalan kaki di tempat yang baru saya lewati, saya sangat suka bersepeda. Menyewa sepeda dan kesasar ke sana ke mari sambil menghafal arah, melihat-lihat gedung dan peninggalan sejarah lainnya. Di Malaka, sungguh dimanjakan kedua mataku ini dan rasa-rasa bergejolak di dada saking ingin tahu banyak hal hingga pagi sampai malam pun rasanya tidak pernah cukup di kota peninggalan Portugis ini. Saat ke kota tersebut, saya bersama seseorang yang lahir Meksiko dan tanah airnya pernah “dijajah” tetangga Portugis, saya membayangkan perasaannya melihat Malaka yang dulu pernah ada dan “dikuasai” Portugis. Ada beberapa museum cantik yang memajang peninggalan keanekaragaman pendatang yang pernah dan masih hidup di sini. Suatu saat nanti, rasanya ingin kembali ke sana dan meneruskan perjalanan yang sempat terpotong karena waktu yang sebentar saja.