Tembok Berlin

Waktu itu, 8 Maret 2014 saya disuruh bertemu seorang mantan aktivis 1994 yang tinggal di Berlin oleh ayahnya kawan saya yang tinggal Antwerpen, Belgia. Akhirnya setelah bertemu janjian di depan titik wisata paling terkenal di Berlin, saya diajak keliling ke tempat-tempat bersejarah, salah satunya tembok Berlin. Saya diperlihatkan juga suasana Berlin Timur dan Berlin Barat yang sampai saya ke sana terlihat perbedaannya. Saya juga diajak ke tempat yang katanya Mr. H dibakar, saya merinding melihat pojokan yang hanya diterangi lampu jalanan. Kemudian diajak makan bersama juga, saya beruntung sekali. Seseorang ini di Berlin bekerja sebagai sopir taksi, suatu saat nanti saya ingin bertemu dengannya lagi dan bercerita panjang lebar tentang perjalanan saya sepulang dari Berlin yang membawa banyak sekali perubahan dalam hidup.