Tepi Malam 1059

Oleh Sinta Ridwan

Senja menarik selimutnya, tutupi lekuk-lengkuh lelah.
Mataku mendeliki cahaya di ujung kukumu yang datang menemani.
Meski munculnya malam ini tak ditunggu. Sibukku buang sejumput asa.
Tiap helai memberatkan nafas, seperti perih ditimbun sekarung oksigen.
Kala sesak memuncak, ujung lipatan kain hijabmu masuk ke ingatanku,
menarikan tarian penghuni bawah bumi untuk bantu saring kelunya sedu.

Awal malam masih mirip yang berlalu, dalam kamar duka tak tersentuh.
Laiknya jembatan Pont Neuf yang retak tak terawat, lumut selalu menunggu.
Di sekian menit tarianmu, selembar kata keluar dari gerak tangan mewujud
kepak sayap kelelawar yang pancarkan radiasi ultrasonik yang pekik,
luruhi benci-gulanaku, jua kesumat pada satu bangkai berbau bacin
yang telah membusukkan buah cintaku yang dahulu begitu diagungkan.

Genangan malam makin ngambang, ujung hijabmu ombang-ambingkan luka
mirip sebelum daun gugur hancur ditebas kapal pesiar di Sungai Seine.
Namun ujung bibir tebalmu itu tak hentinya komat-kamitkan mantra,
agar aku segera berlabuh ke tepian dan mampu berdiri lagi untuk susuri
rerimbunan kehidupan baru, tak bertabuh ragu. Mirip prajurit terluka
yang berhasil kabur dari pasukan Napoleon memilih tidak ikut perangi Rusia.
Sadar di tengah luka tak kan mampu di antara bulu beruang dan timbunan salju.

Di ujung sepasang kukumu membiru di sisa malam ini, malam ke 1059.
Lipatan kelopak matamu jadi kelam, hirup ungu-lebam dari darahku.
Akhir tarianmu memuntahkan gumpalan otot yang terluka dari celah sendi.
(1) Dimulai dari sebuah senja terakhir yang menyelimuti,
(0) mengosongkan malam selanjutnya, menanggalkan kehangatan lara.
(5) Kelima cahaya tepi kukumu telah lahir dan setubuhi lirih-lirih doa.
(9) Sembilan kunang berwarna remang terbang menjemput malam.
Diminta untuk menemani langkah seru menuju rindu baru.

Saint Cloud, 24 Februari 2015

*Puisi ini pernah dimuat di Seni Budaya – Kabar Priangan pada hari Rabu, 27 Mei 2015 halaman 14. Foto diambil oleh Okky di Gedung Indonesia Menggugat, 9 Februari 2013.

Kategori: Mengolah dan Puisi.